Jakarta — Partai berkuasa Rusia, United Russia, meraih 57,53% suara dalam pemilihan anggota Duma setelah 71,17% surat suara dihitung, menurut data awal Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia yang dikutip TASS, Senin (21/9/2026). Hasil itu menempatkan partai pendukung Presiden Vladimir Putin jauh di depan pesaingnya.
Hasil Awal United Russia dan Peta Kursi Duma
Partai Komunis Rusia (CPRF) berada di posisi kedua dengan 14%, disusul LDPR 8,73%, New People 7,97%, dan A Just Russia 5,03%. Berdasarkan proyeksi TASS, United Russia berada di jalur untuk mempertahankan mayoritas dua pertiga dari 450 kursi Duma, ambang yang memungkinkan parlemen mengubah konstitusi.
Putin Kaitkan Pemilu dengan Dukungan Perang
Pemungutan suara tiga hari ini merupakan pemilihan parlemen pertama sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Putin menyerukan warga untuk memilih dan membingkai pemilu sebagai dukungan bagi pasukan Rusia serta jawaban bagi pihak yang ingin melemahkan negara itu. Pada kongres partai Agustus, ia mengatakan tugas United Russia adalah melakukan segala sesuatu demi kemenangan dalam perang.
Kritik Oposisi dan Serangan Drone Saat Pemungutan Suara
Para pengkritik menilai hasil pemilu sudah banyak ditentukan karena tidak ada oposisi anti-perang yang benar-benar dapat bersaing. Mahkamah Agung Rusia mencoret Yabloko, satu-satunya partai terdaftar yang secara terbuka menentang perang, dari daftar federal pada Agustus, meski kandidatnya masih bertarung di sejumlah distrik beranggota tunggal. CPRF, LDPR, dan A Just Russia dipandang sebagai oposisi sistemik yang umumnya sejalan dengan pemerintah dalam isu-isu utama.
Pemilih juga memberikan suara untuk pemilihan regional, dengan pemungutan suara elektronik tersedia dan sebagian wilayah pendudukan Ukraina ikut dimasukkan dalam proses yang digelar Rusia. Dari 450 kursi Duma, separuh diperebutkan melalui daftar partai dan separuh lainnya melalui distrik beranggota tunggal, sementara sekitar 111 juta orang terdaftar sebagai pemilih.
Pemilu berlangsung di tengah serangan drone Ukraina pada hari terakhir pemungutan suara. Pejabat Rusia mengatakan serangan ke Moskow dan wilayah sekitarnya menewaskan dua orang serta memicu kebakaran di sebuah kilang minyak. Dengan penghitungan dan angka partisipasi final masih ditunggu, keunggulan United Russia memberi Kremlin prospek mempertahankan kendali parlemen, sekaligus memperkuat perdebatan tentang seberapa jauh hasil ini mencerminkan dukungan publik yang bebas.
Sumber: TASS — https://tass.com/politics/2190373 ; Al Jazeera; RTE
Comments
0