New York — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan Kiev tetap siap mengadakan gencatan senjata energi bilateral dengan Rusia setelah bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di New York.
Pertemuan selama sekitar 40 menit di sela Sidang Umum PBB ke-81, Selasa, menurut Zelenskyy berlangsung positif dan produktif. Kedua pihak, kata dia, ingin menghentikan perang Rusia yang sudah memasuki tahun kelima sebelum musim dingin tiba.
Gencatan energi, bukan penyerangan sepihak
Kepada wartawan di markas PBB, Zelenskyy menyatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia jika Moskow menghentikan serangan terhadap sistem energi Ukraina. Ia menegaskan tidak ada pembahasan agar Kiev menghentikan serangan secara sepihak tanpa timbal balik.
Kami siap untuk gencatan energi, ujar Zelenskyy. Jika mereka tidak ingin kami menyerang diesel dan kilang mereka, kami siap — jika mereka tidak menyerang sistem energi kami, listrik, pemanas, dan pasokan air.
Trump sebelumnya menyatakan keprihatinan atas kerusakan besar pada kapasitas pengolahan bahan bakar Rusia yang, menurutnya, ikut menekan harga diesel global. Pekan lalu ia sempat menyebut kedua negara sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing, namun serangan segera kembali terjadi.
Ancaman serangan baru dan permintaan Patriot
Setelah bertemu Burnham, Zelenskyy menulis di Telegram bahwa tidak mungkin membahas pelonggaran sanksi terhadap Rusia saat warga Ukraina hidup di bawah ancaman rudal dan drone setiap hari. Ada intelijen bahwa Rusia sedang menyiapkan serangan masif baru terhadap Ukraina, tulisnya.
Dorongan gencatan energi muncul setelah minggu-minggu intensifikasi serangan jarak jauh. Pada 15 September, menurut pejabat Ukraina, Rusia meluncurkan sekitar 200 drone yang mengenai SPBU di Kiev serta infrastruktur energi dan pelabuhan. Ukraina memperluas kampanye drone jarak jauh hingga 3.000 km; serangan 20 September memaksa kilang minyak Moskow menghentikan pengolahan minyak mentah, menurut Reuters.
Jelang musim dingin, Zelenskyy membahas paket pertahanan udara dengan Trump dan meminta tambahan rudal Patriot — satu-satunya senjata di gudang Ukraina yang mampu menjatuhkan rudal balistik Rusia. Ia mengusulkan menukar pasokan Patriot dari stok AS musim dingin ini dengan alokasi masa depan dari perjanjian Jerman (600 Patriot pada 2027–2028). Trump belum menyetujui proposal itu, tetapi menurut Zelenskyy gagasan itu tidak ditolak.
Burnham mengatakan ia mendorong Trump agar mendesak gencatan energi Ukraina–Rusia, sekaligus menjanjikan dukungan keuangan tambahan untuk infrastruktur Kiev. Amerika Serikat, kata Zelenskyy, akan menyampaikan proposal gencatan energi Ukraina kepada Rusia.
Sumber: Al Jazeera; Reuters
Comments
0