Kiev — Rusia melancarkan serangan drone ke ibu kota Ukraina pada Rabu, menargetkan infrastruktur kereta api, gudang, dan stasiun pengisian bahan bakar, hanya beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas upaya damai.

Menurut otoritas kota, setidaknya dua orang tewas dan 22 orang cedera dalam serangan pagi itu. Serangan digambarkan sebagai salah satu yang terberat sejak Rusia mulai menyasar Kiev dan sekitarnya pada musim panas dengan drone jet yang lebih cepat dan terbang lebih tinggi sehingga sulit dicegat.

Ledakan terdengar dan asap membumbung di pusat kota. Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarina Mathernova, menulis di media sosial bahwa bangunan di dekat kantor Delegasi UE terlihat terbakar.

Target sipil dan infrastruktur energi

Wali Kota Kiev Vitali Klitschko menyatakan drone menghantam gedung nonresidensial sembilan lantai, pusat bisnis, dan gudang. Perusahaan minyak Ukraina Ukrnafta mengatakan salah satu SPBU miliknya di ibu kota terkena — fasilitas keenam yang diserang dalam beberapa minggu terakhir. Otoritas mencatat total dua SPBU menjadi sasaran; rekaman Reuters menunjukkan salah satunya rusak parah di jalan raya yang ramai.

Kepala eksekutif operator kereta Ukraina, Oleksandr Pertsovskyi, mengatakan infrastruktur kereta di Kiev juga diserang dan seorang pekerja cedera.

Konteks diplomasi di New York

Serangan datang setelah Zelenskyy di New York membahas kemungkinan gencatan terhadap target terkait energi dengan Trump, serta meminta tambahan rudal pertahanan udara Patriot menghadapi kampanye musim dingin Rusia terhadap infrastruktur listrik Ukraina. Belum ada kesepakatan yang dicapai, kata Zelenskyy.

Ia menegaskan siap untuk setiap format gencatan energi dengan Moskow selama Rusia menghentikan serangan terhadap infrastruktur Ukraina. Pada Rabu, Kremlin mengatakan dasar perundingan damai dengan Ukraina belum tersedia dan tidak ada rencana pertemuan tingkat tinggi.

Pekerja energi Mykola Nechypurenko, yang memperbaiki kerusakan jaringan listrik, menyatakan skeptis terhadap prospek gencatan energi. Selama perang berlangsung, infrastruktur energi tetap terancam, ujarnya.

Sumber: Reuters; CNA

Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.