Amerika Serikat mengusulkan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi tuan rumah pertemuan tiga pihak antara Washington, Kyiv, dan Moskow untuk membahas upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sekitar empat setengah tahun. Kabar itu disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada wartawan pada Jumat (25/9/2026), seperti dilaporkan Reuters.
Menurut Zelenskyy, format yang ditawarkan adalah pertemuan tiga pihak di tingkat teknis, bukan pertemuan langsung para kepala negara. "Pihak Amerika mengusulkan pertemuan di tingkat teknis dalam format tiga pihak," ujarnya dalam pengarahan melalui WhatsApp. Ia menambahkan, Kyiv masih menunggu usulan tanggal dari Washington, sementara AS telah menyebut Emirat sebagai lokasi yang memungkinkan.
Kremlin Beri Sinyal Positif
Rusia tidak menutup pintu. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari yang sama bahwa pertemuan tiga pihak dengan Ukraina dan AS bisa digelar dalam waktu dekat. Menurut kantor berita TASS, Peskov menyebut kemungkinan itu sudah dibahas dalam percakapan telepon Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump pada 8 September lalu, tetapi ia belum dapat memberikan rincian lebih lanjut.
Kyiv Post melaporkan, ajudan Kremlin Yuri Ushakov juga menyebut Abu Dhabi sebagai lokasi prioritas bagi Rusia untuk melanjutkan perundingan. UEA bukan tempat asing bagi proses ini. Dua putaran pembicaraan tiga pihak sebelumnya digelar di negara Teluk itu pada Januari dan Februari, disusul putaran ketiga di Swiss pada Februari.
Al Jazeera mencatat, upaya mediasi Washington awal tahun ini sempat meredup ketika AS terlibat perang dengan Iran. Utusan khusus Rusia Kirill Dmitriev dilaporkan bertemu utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Amerika Serikat pada 24 September. Namun, Peskov menegaskan pembicaraan itu berfokus pada peluang kerja sama ekonomi dan menilai masih terlalu dini untuk menilai hasilnya.
Tenggat 10 Hari dan Bayang-Bayang Musim Dingin
Usulan ini muncul setelah Zelenskyy bertemu Trump di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini. Seusai pertemuan tersebut, tim perunding Ukraina dan AS membahas detail teknis. Zelenskyy mengatakan Kyiv akan membahas rincian itu dengan mitra Eropa, sedangkan pihak Amerika akan berbicara dengan Rusia. Ia berjanji, "kami akan kembali dalam 10 hari dengan perspektif baru atau hasil."
Zelenskyy juga mengaku masih menunggu tanggapan tim AS, terutama soal langkah meredakan konflik sebelum musim dingin tiba. Ia meminta Trump mengangkat isu perang Ukraina dalam pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS. Di sisi lain, ia memperingatkan negara-negara Eropa bahwa Rusia akan terus melancarkan serangan hibrida, tuduhan yang selama ini dibantah Kremlin.
Di luar jalur teknis, Kyiv Post melaporkan Washington juga mengundang Putin ke KTT G20 di Miami. Peskov menyatakan masih terlalu dini membahas kehadiran Putin dan Moskow belum mengambil keputusan. Kremlin sebelumnya menegaskan pertemuan Putin dan Zelenskyy hanya bisa berlangsung di Moskow, sementara Zelenskyy menyatakan siap hadir di G20 dan bertemu Putin jika pemimpin Rusia itu diundang.
Sinyal diplomasi ini datang di tengah serangan yang terus berlanjut di lapangan. Pada Jumat pagi, menurut Reuters yang mengutip pejabat Ukraina, drone Rusia menghantam gedung apartemen 16 lantai di distrik Pechersk, Kyiv, menewaskan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan melukai sedikitnya tujuh orang. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggal resmi untuk pertemuan di UEA.
Sumber: Reuters (https://www.reuters.com/world/europe/us-proposes-trilateral-meeting-with-ukraine-russia-uae-zelenskiy-says-2026-09-25/), Reuters (https://www.reuters.com/world/europe/russian-drone-hits-central-kyiv-killing-child-injuring-least-seven-people-2026-09-25/), Al Jazeera (https://www.aljazeera.com/news/2026/9/25/us-seeking-to-revive-russia-ukraine-ceasefire-talks), Kyiv Post (https://www.kyivpost.com/post/85390), TASS via News-Pravda (https://news-pravda.com/world/2026/09/25/2619711.html)
Comments
0