Tiga dekade setelah Tupac Shakur ditembak di dekat Las Vegas Strip, pria yang selama bertahun-tahun membanggakan perannya dalam pembunuhan itu akhirnya menerima hukuman. Menurut Al Jazeera, yang mengutip Reuters dan The Associated Press, mantan pemimpin geng South Side Compton Crips Duane "Keffe D" Davis dijatuhi hukuman 40 tahun hingga seumur hidup penjara pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Al Jazeera melaporkan Davis, 63 tahun, adalah satu-satunya orang yang didakwa atas kematian Shakur, yang wafat pada usia 25 tahun di puncak kariernya. Juri menyatakan Davis bersalah atas pembunuhan tingkat pertama dengan senjata mematikan pada Agustus lalu. CBS News menambahkan, hakim Carli Kierny memutuskan Davis tetap mendapat pengurangan atas masa tahanan yang sudah dijalani.

Al Jazeera mengingatkan, Shakur datang ke Las Vegas untuk menonton pertandingan tinju kelas berat Mike Tyson pada malam 7 September 1996. Ia duduk di kursi penumpang sebuah BMW hitam yang berhenti di lampu merah ketika mobil itu dihujani tembakan, lalu meninggal enam hari kemudian.

Pengakuan yang Menjadi Bumerang

Selama hampir 30 tahun, kasus ini termasuk misteri paling terkenal di industri musik. Menurut Al Jazeera, Davis sudah lama dicurigai, tetapi penyidik kekurangan bukti untuk mendakwanya. Kebuntuan itu pecah setelah Davis sendiri bercerita tentang keterlibatannya dalam berbagai wawancara media dan dalam memoarnya tahun 2019, Compton Street Legend.

Al Jazeera mencatat Davis pernah membuat perjanjian dengan aparat federal pada 2008 yang memberinya kekebalan terbatas atas keterangan yang disampaikan secara tertutup kepada penyidik. Jaksa berpendapat, dengan mengulang cerita itu di depan publik, Davis membuat perlindungan tersebut tidak berlaku lagi.

CBS News melaporkan jaksa menyebut Davis memburu Shakur sebagai balasan atas pemukulan terhadap keponakannya. Al Jazeera menyebut keponakan itu adalah Orlando Anderson. Menurut CBS News, empat orang berada di dalam Cadillac putih yang menjadi asal tembakan, dan Davis satu-satunya yang masih hidup saat ditangkap pada 2023. Pengacara Davis, Michael Sanft, membantah dengan alasan tidak ada bukti selain pernyataan kliennya yang menempatkan Davis di Las Vegas malam itu.

Keluarga Bersuara, Terdakwa Siap Banding

Dalam sidang, hakim Kierny menegaskan seseorang tidak bisa merenggut nyawa orang lain lalu pergi begitu saja, apalagi bila orang itu Tupac Shakur. "Dunia tidak pernah melupakannya, begitu pula Las Vegas," kata Kierny seperti dikutip Al Jazeera. Jaksa Marc DiGiacomo menyebut Davis dipastikan akan meninggal di balik jeruji.

Saudara kandung Shakur, Sekyiwa Shakur, mengatakan kepada pengadilan bahwa nyawa kakaknya berarti, menurut Al Jazeera. Jaksa Distrik Clark County Steve Wolfson, dalam pernyataan yang dikutip CBS News, berharap vonis ini membawa sedikit ketenangan bagi keluarga setelah hampir 30 tahun.

Davis sendiri hanya meminta barang sitaan dari rumahnya, termasuk foto pribadi, dikembalikan. Menurut Al Jazeera, ia menolak menyampaikan pernyataan tambahan dan berjanji akan mengajukan banding.

#Tupac Shakur #Keffe D #Duane Davis #Las Vegas #hip-hop #pengadilan AS
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.