Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sudah waktunya Ukraina memiliki presiden baru. Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Trump menuding Presiden Volodymyr Zelenskyy tidak cukup berupaya mengakhiri perang dengan Rusia dan menyalahkannya atas tingginya harga diesel di AS menjelang pemilu sela.

"Saya sarankan mereka mendapatkan pemimpin baru yang bisa membuat kesepakatan, karena dia bisa membuat banyak kesepakatan dan entah kenapa tidak pernah melakukannya," kata Trump, seperti dikutip AP. Ia juga menuduh Zelenskyy ingin membuat masalah bagi petani dan peternak AS terkait bahan bakar diesel.

Klaim yang Berbeda dengan Estimasi Independen

Trump mengatakan di bawah Zelenskyy, Ukraina telah kehilangan 30 persen wilayahnya dan lebih dari 2 juta orang tewas dalam perang. Namun AP mencatat estimasi independen menyebut sekitar 20 persen wilayah Ukraina berada di bawah kendali Rusia. Menurut AP, pejabat pertahanan Inggris baru-baru ini memperkirakan sekitar setengah juta tentara Rusia tewas, sementara tidak ada estimasi terbaru yang dapat diandalkan mengenai jumlah korban tewas di pihak Ukraina.

Trump juga mengklaim perang itu tidak akan pernah terjadi jika ia menjabat presiden pada 2022. AP dan Al Jazeera mencatat Trump selama berpekan-pekan mendesak Zelenskyy menghentikan serangan ke infrastruktur energi Rusia, dan berusaha menyalahkan Ukraina atas rekor harga diesel di AS, alih-alih perang Iran yang dipimpin AS dan telah menaikkan harga energi dunia.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha membela Zelenskyy. "Dia mendapat dukungan rakyat Ukraina, dan mereka berhak memutuskan," tulis Sybiha di X, menurut Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa pernyataan dari luar negeri justru menegaskan Zelenskyy menjalankan tugasnya dengan baik.

Kesepakatan Diesel dengan Rusia Picu Kemarahan

Pernyataan Trump muncul sehari setelah ia mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membeli diesel dari Rusia. Menurut Trump, Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 ton diesel, disusul 500.000 ton pada November, 1 juta ton setelahnya, dan 3 juta ton tambahan dalam waktu singkat. Langkah itu kontras dengan undang-undang sanksi Rusia yang ditandatangani Trump bulan lalu, menurut AP dan Al Jazeera.

Pernyataan Trump juga datang beberapa jam setelah serangan Rusia menewaskan sedikitnya 20 orang di wilayah Zaporizhzhia, menurut pejabat Ukraina. Layanan Darurat Negara Ukraina menyebut tiga anak termasuk di antara korban tewas dan sedikitnya 18 orang terluka, menurut AP. Zelenskyy menulis bahwa Rusia "berterima kasih" atas pencabutan sanksi ekspor diesel dengan menjatuhkan lima bom luncur ke gedung permukiman di Zaporizhzhia.

Sekutu Eropa Ukraina menyatakan kecewa. Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Uni Eropa akan mengadopsi paket sanksi paling komprehensif pada Senin, dengan 1.600 daftar sasaran terhadap kompleks industri militer Rusia, menurut AP. Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski bahkan mempertanyakan apakah Rusia mampu memenuhi pasokan itu, mengingat laporan kekurangan bahan bakar di Moskow dan kerusakan kilang akibat serangan Ukraina. Seorang pejabat senior Ukraina kepada AP mengatakan pihak Ukraina tidak mengetahui kesepakatan diesel itu sebelum diumumkan.

#Donald Trump #Volodymyr Zelenskyy #Ukraina #Rusia #Diesel
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.