Aturan seragam sekolah baru di Azerbaijan memicu gelombang protes setelah sejumlah siswi berhijab dilaporkan tidak diizinkan masuk kelas. Menurut OC Media, sedikitnya 37 orang ditangkap di Baku pada Senin (12/10/2026) dalam aksi solidaritas untuk para pelajar berhijab.

OC Media melaporkan, pada 21 September 2026 Kabinet Menteri Azerbaijan mengubah ketentuan seragam di sekolah negeri. Aturan itu melarang pakaian yang melanggar ketentuan seragam atau dianggap tidak sesuai dengan prinsip sekuler pendidikan umum. Kata hijab tidak disebut secara eksplisit, tetapi rumusannya dikhawatirkan dipakai untuk menolak siswi berkerudung.

Al Jazeera menyebut larangan tidak langsung itu juga berlaku bagi staf sekolah. Seorang guru, Zahra Hasanova, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia diberi tahu tidak boleh lagi berhijab di sekolah. Menurutnya, hijab adalah pilihan pribadi.

Alasan Pemerintah dan Gelombang Protes

Mengutip kantor berita pemerintah APA, Al Jazeera melaporkan perubahan aturan itu bertujuan menciptakan aturan berpakaian yang seragam dan mencerminkan prinsip sekuler negara. OC Media mencatat otoritas menyebut aturan tersebut sebagai cara menjaga lingkungan sekolah yang tertib. Dinas Pendidikan Kota Baku, menurut OC Media, mulai memantau kepatuhan pada 9 Oktober.

Menurut OC Media, video protes pertama muncul dari Jalilabad di selatan Azerbaijan, lalu menyebar ke Baku dan Sumgait. Pada Selasa, enam anak di bawah umur ditahan karena diduga mencoba membakar sekolah. Media pro-pemerintah sempat menyebut 200 orang ditahan, tetapi OC Media menegaskan angka itu belum dikonfirmasi resmi. Al Jazeera melaporkan beredar video siswa memeluk guru mereka sambil menangis saat ditolak masuk sekolah, serta aksi boikot kelas di sedikitnya dua sekolah.

Media pro-pemerintah, menurut OC Media, membela aturan itu sebagai perlindungan sistem pendidikan sekuler dan menggambarkan sebagian demonstran sebagai provokator Iran. Al Jazeera juga melaporkan jurnalis yang dipenjara, Polad Aslanov, melakukan mogok makan untuk menentang aturan baru tersebut.

Ketegangan dengan Turki dan Jejak Sekularisme

Isu ini merembet ke hubungan dengan Turki. Al Jazeera melaporkan demonstran berkumpul di depan konsulat Azerbaijan di Istanbul. Presiden Ilham Aliyev, dalam kongres Partai Azerbaijan Baru, memperingatkan pihak luar agar tidak mencampuri gaya hidup negaranya tanpa menyebut Turki secara langsung. Menurut OC Media, penasihat utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, Oktay Saral, menyebut penolakan siswi berhijab tidak dapat diterima dan meminta Azerbaijan membatalkan kebijakan itu.

Al Jazeera mencatat sekitar 96 persen penduduk Azerbaijan beragama Islam, sementara konstitusinya menetapkan negara sekuler sekaligus menjamin kebebasan beragama. OC Media menambahkan, pembatasan kerudung di lembaga pendidikan pada 2010 hingga 2012 juga memicu demonstrasi dan penangkapan.

Kini, menurut OC Media, pertanyaan utamanya adalah apakah para siswi masih bisa melanjutkan pendidikan sambil tetap mengenakan hijab.

#Azerbaijan #hijab #siswi #sekolah #protes #Baku #Turki
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.