Perdana Menteri Albania Edi Rama menuding "tangan asing" di balik gelombang protes yang dipimpin pelajar dan mahasiswa yang kian keras dan menuntutnya mundur. Al Jazeera, mengutip AFP dan Reuters, melaporkan polisi antihuru-hara kembali bentrok dengan demonstran di depan gedung kementerian pendidikan di Tirana pada Jumat, 16 Oktober 2026, hari keempat berturut-turut.
"Ini bukan fenomena pelajar," kata Rama dalam pidato video pada Jumat, seperti dikutip Al Jazeera. Ia menyebut ada "tangan asing yang tidak ingin Albania damai" dan menegaskan protes itu "sama sekali tidak ada hubungannya" dengan kesulitan atau aspirasi sah warga yang menginginkan hidup lebih baik.
Protes Menjalar dari Tirana ke Kota-Kota Lain
Menurut Al Jazeera, ribuan anak muda berbaris di ibu kota untuk memprotes korupsi pemerintah dan buruknya kondisi kampus. Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata, sementara demonstran melempar batu. Protes juga meluas ke Elbasan, Shkodra, dan Korca, tempat demonstran memecahkan kaca dan membakar tempat sampah, menurut media lokal yang dikutip Al Jazeera.
BBC menyebut bentrokan telah menjalar ke kota-kota utama seperti Durres, Shkodra, Lezha, dan Vlora di barat, Gjirokastra di selatan, serta Korca di timur. Gerakan ini, menurut BBC, diumumkan sebagai protes mahasiswa yang menuntut pemerintah membantu mengatasi mahalnya biaya kuliah dan buku serta naiknya biaya hidup, lalu siswa sekolah menengah ikut bergabung.
Menurut Al Jazeera, massa beberapa hari terakhir menyasar bank dan gedung pemerintah, termasuk kantor perdana menteri serta gedung kementerian keuangan dan kehakiman. Polisi menyatakan 160 orang ditahan atas dugaan aksi kekerasan pada Kamis malam. BBC mencatat puluhan polisi terluka.
Gelombang ini bukan yang pertama. Al Jazeera menyebut eskalasi terjadi setelah berbulan-bulan demonstrasi yang sebagian besar damai, yang awalnya dipicu penjualan sebagian garis pantai Albania untuk proyek resor mewah yang terkait Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. BBC mencatat, sepanjang musim panas warga Tirana berunjuk rasa setiap malam selama sekitar 135 hari berturut-turut dengan gambar flamingo merah muda sebagai simbol gerakan.
Rama Menolak Mundur dan Menyinggung Jalan ke Uni Eropa
Al Jazeera melaporkan para demonstran menuntut Rama mundur serta reformasi pemilu dan pendidikan. Pemerintahnya membantah tuduhan korupsi. Rama mengaku siap membahas kenaikan biaya pendidikan, tetapi menolak mundur. Menurut Al Jazeera, ia menyebut pemecatannya "akan menjadi pengkhianatan" terhadap rakyat yang memberinya mandat kuat untuk menuntaskan perundingan keanggotaan Uni Eropa. Rama memenangi masa jabatan keempat tahun lalu dan menargetkan keanggotaan paling cepat pada 2028.
BBC melaporkan Rama juga menuding pemimpin oposisi Sali Berisha memicu kekacauan. Media Albania, menurut BBC, berspekulasi soal keterlibatan dinas rahasia asing, termasuk tuduhan tanpa dasar terhadap Serbia. Tanpa menyebut nama, Rama mempertanyakan apakah kebetulan api selalu berkobar setiap kali Albania makin dekat ke Uni Eropa.
Sejumlah demonstran muda kepada BBC menyebut aksi ini fase baru dari gerakan sebelumnya. "Ini bukan hanya suara saya, ini suara pemuda Albania," kata seorang demonstran bernama Brunela kepada BBC.
Comments
0