Kulkas dan freezer di ratusan supermarket Prancis mendadak memanas hingga 50 derajat Celsius akibat serangan siber yang menyasar sistem pendingin. Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip kantor berita AFP dan Reuters pada Selasa, 13 Oktober 2026, serangan itu merusak stok makanan segar dan beku serta memicu kebakaran di sejumlah toko.
Peritel besar seperti Intermarche, Cooperative U dan E Leclerc mengonfirmasi serangan tersebut pada Senin. Kepada AFP, para peritel menyebut sedikitnya 300 toko Intermarche atau merek Netto menjadi sasaran, ditambah lebih dari 100 gerai Cooperative U. Carrefour menyatakan 80 supermarketnya terdampak, sementara Monoprix menyebut sekitar 5 persen dari kurang lebih 490 tokonya ikut terkena.
Pencairan Paksa dari Jarak Jauh
Kantor kejaksaan Paris, seperti dikutip Al Jazeera, menyebut serangan berskala besar itu mengenai lemari pendingin yang terhubung ke internet di beberapa jaringan ritel pangan utama. Stasiun BFM TV melaporkan peretas berhasil memicu pencairan paksa sistem pendingin dari jarak jauh, sehingga stok produk segar dan beku hancur. Intermarche mengatakan kepada AFP bahwa toko terdampak harus membuang seluruh produk segar dan beku.
CEO Intermarche Thierry Cotillard mengatakan kepada BFM TV bahwa kerugian bisa mencapai puluhan juta euro di seluruh negeri hanya dalam satu hari. Bos Cooperative U Dominique Schelcher menulis di X bahwa gangguan sudah terjadi sejak Minggu malam dan menyebut serangan terhadap peralatan penyimpan pangan itu sangat serius.
Menurut sumber di kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu yang dikutip Reuters, Lecornu memerintahkan badan keamanan siber nasional ANSSI untuk menyelidiki. Sumber yang sama menyebut ANSSI menemukan celah pada perangkat lunak buatan perusahaan Denmark Danfoss. Danfoss menyatakan unit yang terdampak menjalankan firmware usang dan pihaknya sudah lama menyarankan pelanggan memperbarui sistem. Al Jazeera mencatat perusahaan keamanan siber Claroty telah memublikasikan riset soal kerentanan sistem Danfoss pada 9 Agustus.
Peringatan bagi Infrastruktur Lain
Analis Sekoia Felix Aime kepada Reuters menyebut Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman dan Belgia juga terdampak. Sumber di kantor Lecornu mengatakan Prancis berkoordinasi dengan negara Eropa lain. Federasi ritel Prancis FCD meminta Danfoss bersikap transparan sepenuhnya dan menyebut sebagian toko sudah kembali beroperasi.
Analis keamanan siber Steven Lachance kepada Al Jazeera menilai serangan semacam ini bukan yang pertama, tetapi langka dari segi skala. Ia menyebutnya peringatan global, sebab infrastruktur yang terhubung ke internet bisa diretas. Menurut Lachance, sasaran berikutnya bisa lebih berbahaya, seperti infrastruktur energi atau rumah sakit.
Comments
0