Gubernur California Gavin Newsom telah meneken Assembly Bill (AB) 2017 yang memasukkan Idulfitri dan Iduladha ke dalam daftar hari libur negara bagian California, Amerika Serikat. Menurut situs resmi Kantor Gubernur California dan laman informasi legislatif negara bagian itu, undang-undang tersebut disetujui gubernur pada 27 September 2026 dan pada hari yang sama dicatat oleh Sekretaris Negara Bagian sebagai Chapter 571, Statutes of 2026.

Dengan aturan ini, California menjadi negara bagian kedua di AS yang mengakui dua hari raya utama umat Islam itu sebagai hari libur negara bagian, seperti dilaporkan LAist. Negara bagian pertama adalah Washington. Kantor Gubernur Washington menyebut Gubernur Bob Ferguson menandatangani Senate Bill 5106 pada April 2025, sehingga Washington menjadi negara bagian pertama yang menetapkan kedua Id sebagai hari libur negara bagian.

Rancangan undang-undang itu diajukan anggota Majelis Negara Bagian Matt Haney dari Partai Demokrat, wakil San Francisco, dengan Senator Aisha Wahab sebagai salah satu penulis pendamping utama. Menurut catatan legislatif, AB 2017 lolos di Senat negara bagian dengan 29 suara setuju dan 4 menolak, lalu Majelis menyetujui perubahan dari Senat dengan 62 suara setuju dan 3 menolak pada 30 Agustus 2026.

Masuk Daftar Hari Libur, tetapi Kantor Tidak Wajib Tutup

Meski disebut hari libur negara bagian, aturan ini tidak otomatis meliburkan warga California. Bagian pertimbangan dalam naskah undang-undang menegaskan bahwa pencantuman dalam kalender hari libur sipil negara bagian tidak dengan sendirinya mewajibkan pengadilan, kantor pemerintah negara bagian, sekolah negeri, community college, lembaga daerah, maupun bisnis swasta untuk tutup. Idulfitri dan Iduladha juga secara tegas dikecualikan dari daftar hari libur pengadilan.

Menurut ringkasan resmi Legislative Counsel, pegawai negara bagian dapat memilih memakai kredit hari libur untuk kedua hari raya tersebut. LAist melaporkan pegawai negara bagian dapat menggunakan cuti berbayar yang sudah mereka miliki. Adapun sekolah negeri dan community college boleh tutup pada kedua hari itu, tetapi hanya jika dewan pengelola sepakat melalui nota kesepahaman dengan perwakilan pegawai.

Oussama Mokeddem, direktur urusan legislatif dan pemerintahan Council on American-Islamic Relations cabang California (CAIR-CA), mengatakan kepada LAist bahwa undang-undang ini tidak mewajibkan libur di seluruh negara bagian bagi siswa sekolah. Namun, distrik sekolah dapat menetapkan libur jika cukup banyak warga yang memintanya, dan siswa dapat merujuk undang-undang ini saat absen untuk merayakan Id.

Sambutan Komunitas Muslim California

CAIR-CA, salah satu sponsor RUU tersebut, menyambut penandatanganan itu dalam pernyataan pers pada 28 September 2026. Organisasi itu menyebut California dihuni lebih dari satu juta warga Muslim yang kerap harus memilih antara menjalankan ibadah atau hadir di sekolah dan tempat kerja.

"Terlalu lama pelajar dan pekerja Muslim di California harus membuat pilihan sulit antara mengikuti perayaan yang esensial bagi iman mereka atau tertinggal dalam kewajiban akademik maupun profesional," kata CEO CAIR-CA Hussam Ayloush dalam pernyataan tersebut. Ia menambahkan bahwa AB 2017 "menghapus hambatan struktural" itu.

Mokeddem menyebut hari penandatanganan sebagai hari yang menggembirakan bagi komunitas Muslim California dan hari besar bagi Muslim Amerika secara umum, seperti dikutip LAist. Media itu juga mencatat bahwa tahun depan Idulfitri diperkirakan jatuh pada 10 Maret dan Iduladha pada 17 Mei.

Kedua hari raya itu kini bergabung dengan hari libur negara bagian lain di California, termasuk Tahun Baru Imlek dan Diwali, menurut LAist. Belum ada pernyataan langsung dari Newsom mengenai undang-undang ini dalam pengumuman resmi Kantor Gubernur, yang hanya mencantumkan AB 2017 dalam daftar RUU yang ditandatangani.

Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.