Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menyinggung Iran setelah serangan kopilot di pesawat Flydubai FZ1073 pada 30 September 2026, meski belum ada bukti yang dipaparkan mengenai keterlibatan Teheran. Di saat yang sama, jajak pendapat menunjukkan koalisinya masih jauh dari 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan menjelang pemilu 27 Oktober.

Dalam wawancara dengan CBS News, Netanyahu mengatakan Israel memiliki tanda-tanda bahwa Iran, terutama melalui proksinya, berniat meningkatkan serangan teror terhadap Israel dan warga Israel di luar negeri. Namun dalam wawancara yang sama ia menyebut masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ada kolusi Iran dalam insiden ini. Ynet melaporkan Netanyahu juga mengingatkan bahwa belum ada bukti yang mengaitkan insiden Flydubai dengan rencana serangan Iran menjelang pemilu.

Kepada CNN, sebagaimana dikutip The Jerusalem Post, Netanyahu mengatakan, "Kami tahu Iran mensponsori banyak hal seperti ini, tetapi saya tidak bisa berbicara secara spesifik tentang hal ini."

Jejak Iran yang Belum Ditemukan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melangkah lebih jauh. Ketika ditanya apakah pilot itu memiliki kaitan dengan Iran, Trump menjawab, "Saya akan mengatakan jawabannya, berdasarkan apa yang saya dengar, adalah ya, tetapi kami sedang menanganinya sekarang," menurut Associated Press (AP). AP mencatat para pejabat regional menyatakan belum menemukan kaitan apa pun dengan Iran, dan Trump tidak menyodorkan bukti. CBS News menulis Trump menjadi satu-satunya pejabat senior AS atau Israel yang menyiratkan kemungkinan kaitan Iran.

Para pejabat Israel justru menyampaikan penilaian berbeda. Ynet melaporkan seorang pejabat senior Israel mengatakan penyelidik sejauh ini telah mengesampingkan dugaan kaitan dengan Iran, dan pilot itu kemungkinan besar bertindak sendiri. Reuters, dalam laporan yang dimuat Al-Monitor, mengutip dua pejabat keamanan Israel yang menyebut penilaian awal menunjukkan pelaku kemungkinan bertindak sendiri, dan Israel belum mengidentifikasi keterlibatan Iran. The Times of Israel, mengutip Channel 12, juga melaporkan adanya penilaian kuat bahwa pelaku bertindak sendiri tanpa keterlibatan Iran, meski belum dikonfirmasi.

Penyelidikan belum ditutup. The Jerusalem Post melaporkan pada 5 Oktober bahwa Israel masih menyusun profil tersangka untuk memastikan apakah ia bertindak sendiri, merupakan bagian dari organisasi, atau dikirim Iran. Media yang sama, mengutip sejumlah sumber, menyebut dalam interogasi tersangka mengaku ingin membalas dendam atas apa yang ia sebut genosida di Gaza. Klaim itu berasal dari sumber yang tidak disebutkan namanya dan bukan pernyataan resmi penyidik.

Iran membantah keterlibatan. Menurut TBS News, yang mengutip Hindustan Times dan kantor berita Tasnim, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak upaya mengaitkan Iran dengan insiden Flydubai dan menyebutnya operasi bendera palsu. Baghaei juga mengklaim tuduhan terhadap Teheran hanya didasarkan pada bukti rekayasa. Klaim itu merupakan pernyataan pemerintah Iran dan tidak didukung bukti yang dipaparkan.

Koalisi Masih Tertahan di Bawah 61

Di dalam negeri, isu keamanan itu belum terlihat mengubah peta politik secara berarti. Menurut pelacak jajak pendapat Israel.com, pemerintahan Israel membutuhkan dukungan 61 dari 120 anggota Knesset. Koalisi Netanyahu rata-rata hanya meraih 52 kursi dalam jajak pendapat terbaru dari tujuh lembaga, atau kurang 9 kursi dari mayoritas. Israel.com mencatat angka antarlembaga berkisar 47 hingga 64 kursi, dan hanya jajak pendapat Channel 14 yang memberi koalisi 61 kursi atau lebih. Saat daftar calon ditutup pada 8 September, rata-rata koalisi tercatat 50,3 kursi.

Jajak pendapat Channel 12 yang dirilis pada 5 Oktober, sebagaimana dilaporkan Sada News, menempatkan Likud di 21 kursi, di belakang partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot dengan 23 kursi. Dalam jajak pendapat Channel 12 sebelumnya pada 22 September, Likud meraih 20 kursi, menurut tabel Israel.com. Koalisi Netanyahu memperoleh 49 kursi dalam survei 5 Oktober itu, sementara blok anti-Netanyahu naik satu kursi menjadi 67.

Lembaga lain menunjukkan kenaikan tipis. Menurut data Israel.com, koalisi dalam jajak pendapat Kan 11 naik dari 48 kursi pada 27 September menjadi 51 kursi pada 4 Oktober. Dalam jajak pendapat Maariv, angkanya naik dari 45 kursi pada 24 September menjadi 47 kursi pada 1 Oktober. Kedua angka itu masih jauh di bawah ambang 61 kursi.

The Times of Israel mencatat Netanyahu tertinggal di hampir semua jajak pendapat kurang dari empat minggu sebelum pemilu. Kepada Al Jazeera, mantan penasihat pemerintah Israel Daniel Levy menilai masih terlalu dini untuk mengukur dampak politik insiden itu, namun menyebut isu ini dapat menggeser sorotan publik ke cerita yang mengisyaratkan keterlibatan Iran. Analis keamanan Ahron Bregman justru berpendapat, "Tidak ada keuntungan politik baginya." Menurut Bregman, satu-satunya harapan Netanyahu mungkin muncul jika kaitan dengan Iran terbukti.

Hingga kini, Netanyahu menyatakan kepada Fox News, sebagaimana dilaporkan Ynet, bahwa Israel akan menelusuri akar serangan, termasuk apakah ada kaki tangan dan apakah Iran berada di baliknya. Pemungutan suara dijadwalkan pada 27 Oktober 2026, menurut Israel.com.

Referensi

CBS News: https://www.cbsnews.com/news/netanyahu-too-early-to-determine-motive-flydubai-cockpit-stabbing/

Ynet: https://www.ynetnews.com/article/bjt4oas9fg

The Jerusalem Post: https://www.jpost.com/israel-news/article-910243

AP via WTOP: https://wtop.com/world/2026/10/fact-focus-whats-known-about-the-flydubai-attack-probe-and-the-red-flags-about-the-suspect/

CBS News: https://www.cbsnews.com/news/flydubai-co-pilot-planned-crash-into-israel-airport-security-lapses/

Ynet: https://www.ynetnews.com/article/rkwxox2qfg

Al-Monitor/Reuters: https://www.al-monitor.com/originals/2026/10/israels-netanyahu-co-pilot-flydubai-plane-underwent-radical-islamist

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/before-flydubai-attack-dozens-of-omani-pilots-flew-to-tlv-despite-ban-report/

The Jerusalem Post: https://www.jpost.com/israel-news/article-910702

TBS News: https://www.tbsnews.net/worldbiz/middle-east/false-flag-iran-denies-link-flydubai-incident-says-claims-based-fabricated

Israel.com: https://www.israel.com/israel-election-2026

Sada News: https://www.sadanews.ps/en/news/340241.html

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/will-the-flydubai-attack-save-netanyahus-struggling-campaign/

Al Jazeera: https://www.aljazeera.com/news/2026/10/1/flydubai-attack-gives-netanyahu-new-security-message-ahead-of-israel-vote

#Netanyahu #Iran #Pemilu Israel #Flydubai
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.