Pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim menyerang fasilitas minyak Aramco di selatan ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dengan rudal balistik dan drone pada Sabtu (3/10/2026). Wartawan AFP di lokasi melihat api dan asap mengepul dari kilang Riyadh Aramco sore itu, sementara petugas pemadam, ambulans, dan polisi berkumpul di sekitar fasilitas.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan operasi itu "berhasil mencapai tujuannya" dan memicu kebakaran di lokasi sasaran, sebagai balasan atas serangan udara Saudi terhadap Sanaa dan wilayah lain di Yaman. Channel Al-Masirah yang berafiliasi Houthi melaporkan pesawat Saudi melancarkan 26 serangan di Sanaa; dua koresponden di ibu kota Yaman mendengar ledakan keras dan melihat pesawat menembakkan rudal.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, Turki al-Maliki, menolak klaim Houthi sebagai "menyesatkan", dilansir media Saudi termasuk Asharq Al-Awsat. Hingga laporan AFP/France 24, otoritas Saudi belum mengeluarkan komentar resmi tentang kebakaran di kilang Riyadh.
Eskalasi Sejak Juli dan Blokade Laut Merah
Perang saudara Yaman kembali memanas sejak Juli setelah Iran mengirim pesawat membawa delegasi Houthi ke Sanaa tanpa izin Arab Saudi—melanggar praktik satu dekade. Riyadh membalas dengan serangan ke bandara Sanaa; Houthi lalu menyerang wilayah Saudi untuk pertama kali sejak 2022. Dalam ofensif kilat bulan lalu, Houthi merebut seluruh pantai Laut Merah Yaman dan menguasai Selat Bab al-Mandab, serta mengumumkan blokade laut terhadap kapal Saudi.
Krisis Pangan dan Pertempuran Taiz
World Food Programme memperingatkan Jumat bahwa tiga perempat penduduk Yaman tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dasar. Pertempuran hari-hari terakhir berpusat di Taiz: Houthi melaporkan 55 pejuangnya tewas, sementara sumber pemerintah mengatakan 26 tentara gugur pada Jumat. Houthi juga mengklaim Saudi melancarkan puluhan hingga 94 serangan dalam 24 jam; Saree menyebut total serangan Saudi sejak eskalasi mencapai sekitar 1.410–1.420. Riyadh dilaporkan meminta bantuan Amerika Serikat, yang sejauh ini ditolak Presiden Donald Trump.
Comments
0