Dua skuadron jet tempur Amerika Serikat dilaporkan mendarat di Pangkalan Udara Ovda, Israel selatan, dalam sehari terakhir. Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan pada Senin (28/9/2026) bahwa kedua skuadron itu tiba dalam 24 jam terakhir, atau dalam beberapa jam terakhir menurut SadaNews, dan bergabung dengan skuadron AS lain yang sudah lebih dulu berada di pangkalan tersebut, seperti dikutip The Yeshiva World dan kantor berita Palestina SadaNews.
Channel 12 tidak menyebutkan jenis pesawat yang datang. Menurut Roya News, hingga laporan itu terbit belum ada pernyataan resmi dari Departemen Pertahanan AS maupun otoritas Israel yang bisa memastikan rincian skuadron atau tipe pesawatnya.
Kabar ini muncul saat hubungan Washington dan Teheran masih tegang, sehingga wajar bila muncul pertanyaan apakah perang dengan Iran akan kembali pecah. Namun pejabat keamanan Israel dengan cepat menepis tafsir tersebut.
Pejabat Israel Sebut Hanya Penempatan Ulang
Pejabat keamanan Israel yang dikutip Channel 12 menyebut kedatangan pesawat itu terutama terkait penempatan ulang kekuatan udara AS di Timur Tengah. Menurut mereka, langkah ini "tidak menunjukkan eskalasi atau perubahan tingkat kesiagaan terkait Iran," seperti diterjemahkan SadaNews.
Seorang sumber keamanan juga menyebut postur pasukan AS saat ini jauh di bawah tingkat yang tercatat menjelang operasi militer yang oleh Israel dinamai Lion's Roar pada Februari 2026. Roya News mengutip para pejabat itu yang menyatakan Amerika masih "sangat jauh" dari penumpukan kekuatan yang mereka lakukan pada malam menjelang perang di Iran.
Newsquawk, layanan berita pasar keuangan, mencatat bahwa laporan semacam ini biasanya dibaca pasar dari sisi apakah pengerahan itu bersifat defensif atau persiapan serangan. Menurut Newsquawk, keterangan dari satu pejabat keamanan kepada media dalam negeri adalah sinyal yang lebih lemah dibandingkan pernyataan resmi pemerintah atau militer.
Jejak F-22 dan Rotasi Skuadron AS
Ovda bukan pangkalan asing bagi pesawat tempur AS. Menurut laporan stasiun penyiaran publik Israel Kan yang dikutip Xinhua, satu skuadron berisi 12 jet siluman F-22 ditempatkan di Ovda sejak 23 Februari 2026, lima hari sebelum serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dimulai. Pesawat-pesawat itu ikut menyerang sasaran di Iran, lalu ditarik dari Israel pada 10 Juli 2026 dan kembali ke AS dengan singgah di Inggris.
Sepanjang September, Angkatan Udara AS juga merotasi skuadron tempurnya di wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM). Air & Space Forces Magazine pada 4 September melaporkan skuadron F-35 Garda Nasional Udara Vermont dan F-16 Skuadron Tempur 555 dari Aviano, Italia, pulang setelah bertugas jauh melampaui masa penugasan normal enam bulan. Sebagai gantinya, 12 jet F-16 Garda Nasional Udara Ohio bertolak ke Timur Tengah.
Majalah yang sama pada 15 September menulis bahwa F-16 dari Garda Nasional Udara Oklahoma ikut dirotasi ke CENTCOM. F-35 dari Garda Nasional Udara Wisconsin juga menggantikan unit Vermont. Mitchell Institute memperkirakan sekitar 25 skuadron atau 324 jet tempur telah dikerahkan untuk Operasi Epic Fury, nama operasi AS melawan Iran.
Channel 12 tidak menyebut apakah dua skuadron yang tiba di Ovda merupakan bagian dari rotasi tersebut. Hingga kini, pejabat Israel yang dikutip media menegaskan tidak ada perubahan tingkat kesiagaan terhadap Iran.
Comments
0