Uni Emirat Arab (UEA) disebut kesal terhadap Israel karena dinilai terlalu cepat menyimpulkan bahwa serangan kopilot di pesawat Flydubai FZ1073 bermotif teror, padahal penyelidikan Abu Dhabi belum rampung. Kabar itu dilaporkan Channel 12 Israel sebagaimana dikutip The Times of Israel, serta oleh Ynet berdasarkan keterangan pejabat Israel. Hingga kini belum ada pernyataan resmi pemerintah UEA yang mengonfirmasi kekesalan tersebut.

Penerbangan FZ1073 dari Dubai ke Tel Aviv pada Rabu, 30 September 2026, berubah menjadi krisis ketika kopilot menyerang kapten di dalam kokpit. Menurut Jaksa Agung UEA yang dikutip kantor berita resmi WAM, kopilot menyerang kapten dengan kapak darurat kokpit dan berusaha mengambil alih kendali pesawat. BBC melaporkan para penumpang berhasil melumpuhkan penyerang, lalu dua pilot cadangan mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi. TBS News, mengutip Hindustan Times, menyebut pesawat mendarat di Tabuk.

Flydubai sejak awal memilih berhati-hati. Dalam pernyataan yang dikutip CBS News, maskapai itu menyebut alasan dan motif di balik peristiwa tersebut belum diketahui dan masih menjadi subjek penyelidikan resmi. Flydubai juga meminta semua pihak menahan diri dari spekulasi prematur selama otoritas mengumpulkan fakta.

Israel Lebih Dulu Menjatuhkan Vonis

Sikap hati-hati itu kontras dengan reaksi di Israel. Menurut Al Jazeera, Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut serangan itu sebagai "percobaan serangan teror jihadis". Reuters, dalam laporan yang dimuat Al-Monitor, mencatat Katz pada hari Rabu menggambarkan pelaku sebagai teroris, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat itu hanya menyebutnya sebagai insiden keamanan serius.

Pada hari yang sama, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Eden Bar Tal memberi pengarahan kepada seluruh duta besar Israel. Menurut The Times of Israel, ia menyampaikan bahwa insiden itu adalah "percobaan serangan teror terhadap warga Israel, Uni Emirat Arab, dan Abraham Accords".

Di sisi lain, UEA baru membuka penyelidikan. The Times of Israel melaporkan pada 1 Oktober bahwa kejaksaan UEA memerintahkan penyelidikan untuk memastikan apakah insiden itu terkait aktivitas atau tujuan teroris, atau melibatkan perencanaan maupun arahan sebelumnya. Seorang pejabat regional yang mengetahui penyelidikan itu mengatakan kepada media tersebut bahwa semua skenario, dari terorisme hingga gangguan mental, sedang diselidiki dan belum ada yang dikesampingkan.

Dalam situasi itulah Abu Dhabi dilaporkan kesal. Mengutip Channel 12, The Times of Israel menulis bahwa UEA marah kepada Israel karena tergesa-gesa menyimpulkan serangan itu bermotif nasionalistik sebelum penyelidikan rampung, dan bersikeras menangani penyelidikan sendiri. Laporan yang sama menyebut UEA juga belum mengesampingkan motif nasionalistik. Ynet melaporkan UEA menyampaikan pesan bernada marah atas kesimpulan Israel yang dinilai terlalu definitif, yakni bahwa kopilot bermotif teror untuk merusak Abraham Accords. Seorang pejabat Israel kepada Ynet menyebut kata teror sangat sensitif bagi Emirat karena dapat mengesankan kurangnya kendali.

Tiga hari setelah insiden, pada 3 Oktober, Jaksa Agung UEA Hamad Saif Al Shamsi menyatakan penyelidikan mengungkap bahwa kopilot berupaya melakukan aksi teror, menurut WAM. Namun WAM juga mencatat penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap keadaan, motif, dan keterkaitan insiden secara menyeluruh. Hasil akhirnya baru akan diumumkan setelah seluruh prosedur selesai.

Pada 5 Oktober, Reuters melaporkan melalui The Straits Times bahwa dua pejabat Israel menyebut tersangka telah merencanakan serangan sebelum direkrut Flydubai. Klaim itu, yang juga dilaporkan CBS News, berasal dari sumber Israel dan belum dikonfirmasi otoritas UEA. Dua sumber Reuters menyebut tersangka bernama Hamam al-Hammami. Menurut CBS News, pemerintah Oman belum mengonfirmasi kewarganegaraannya secara terbuka.

Celah Keamanan yang Terbongkar

Insiden ini juga membuka pertanyaan tentang pengamanan Israel sendiri. The Times of Israel, mengutip Channel 12, melaporkan puluhan pilot asal Oman telah terbang ke Tel Aviv meski ada larangan. Menurut laporan itu, Shin Bet tidak pernah memeriksa asal-usul pilot Flydubai, sementara Kementerian Transportasi mengaku tidak menerima peringatan spesifik dari Shin Bet.

Associated Press (AP) melaporkan UEA telah mengirimkan daftar penumpang dan awak sebelum penerbangan, dan Israel tidak menemukan tanda bahaya. Menurut AP, Shin Bet menyatakan pemeriksaan adalah tanggung jawab Kementerian Transportasi. Menteri Transportasi Miri Regev membalas di X bahwa tanggung jawab itu ada pada badan keamanan, dan kementeriannya tidak menerima daftar maupun peringatan apa pun.

CBS News menulis bahwa Kementerian Transportasi serta badan keamanan dalam dan luar negeri Israel sama-sama menyatakan tidak bertanggung jawab memeriksa awak asing. Eytan Ben David, mantan wakil kepala keamanan El Al, menyebutnya "kegagalan besar, dan sebuah keajaiban besar". Menurut AP, Naftali Bennett dan Gadi Eisenkot menuntut Regev dipecat, sedangkan Yair Lapid menyebut penyelidikan yang diperintahkan Netanyahu sebagai sandiwara. Reuters mencatat Netanyahu memerintahkan peninjauan terhadap maskapai asing.

Di tengah saling lempar tanggung jawab itu, Netanyahu tampil bersama para penumpang yang melumpuhkan pelaku. The Times of Israel mencatat ia memeluk dan berfoto dengan Yaniv Hayun, salah satu penumpang tersebut. Menurut Ynet, Netanyahu juga mengumumkan bahwa para penumpang itu akan menyalakan obor penghormatan kepahlawanan sipil pada upacara Hari Kemerdekaan Israel berikutnya, meski acara itu masih sekitar enam bulan lagi.

Sementara itu, penyelidikan UEA belum selesai. Hingga laporan ini ditulis, WAM menyebut hasil akhir baru akan diumumkan setelah seluruh prosedur rampung, sehingga motif lengkap dan kemungkinan keterlibatan pihak lain belum dinyatakan secara resmi.

Referensi

WAM: https://www.wam.ae/en/article/17gemrc-planning-attempted-terrorist-act-behind-flydubai

BBC: https://www.bbc.co.uk/news/articles/c61wv7lgex13o

TBS News: https://www.tbsnews.net/worldbiz/middle-east/false-flag-iran-denies-link-flydubai-incident-says-claims-based-fabricated

CBS News: https://www.cbsnews.com/news/netanyahu-too-early-to-determine-motive-flydubai-cockpit-stabbing/

Al Jazeera: https://www.aljazeera.com/news/2026/10/1/flydubai-attack-gives-netanyahu-new-security-message-ahead-of-israel-vote

Al-Monitor/Reuters: https://www.al-monitor.com/originals/2026/10/israels-netanyahu-co-pilot-flydubai-plane-underwent-radical-islamist

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/foreign-ministry-tells-its-diplomats-that-flydubai-attempted-hijacking-was-attack-on-abraham-accords/

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/uae-says-probing-whether-attack-on-flydubai-flight-to-israel-was-terror/

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/before-flydubai-attack-dozens-of-omani-pilots-flew-to-tlv-despite-ban-report/

Ynet: https://www.ynetnews.com/article/rkwxox2qfg

The Straits Times/Reuters: https://www.straitstimes.com/asia/co-pilot-planned-flydubai-attack-before-hired-by-airline-two-israeli-officials-say

CBS News: https://www.cbsnews.com/news/flydubai-co-pilot-planned-crash-into-israel-airport-security-lapses/

AP via WTOP: https://wtop.com/world/2026/10/fact-focus-whats-known-about-the-flydubai-attack-probe-and-the-red-flags-about-the-suspect/

The Times of Israel: https://www.timesofisrael.com/will-the-flydubai-attack-save-netanyahus-struggling-campaign/

#Flydubai #UEA #Israel #Abu Dhabi
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.