Jakarta — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuju New York pada Minggu untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, dengan rencana singgah di Qatar dalam perjalanan, menurut laporan media pemerintah Iran yang dikutip Times of India. Keberangkatan itu berlangsung ketika Qatar menjadi salah satu jalur penting komunikasi tidak langsung antara Tehran dan Washington.


Araghchi Tempuh Jalur Diplomasi ke New York


Trump dan Iran Saling Lempar Ancaman


Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar membuat kesepakatan atau menghadapi keruntuhan ekonomi dan kemungkinan kepemimpinannya “dihapus”, menurut Reuters yang dikutip bdnews24. Trump juga disebut terbuka untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di New York, tetapi belum ada konfirmasi bahwa pertemuan atau perundingan langsung itu benar-benar terjadi.


Komando pusat militer Iran membalas bahwa serangan baru akan memicu pembalasan berkelanjutan dan keras terhadap pangkalan serta kepentingan Amerika Serikat. Militer Iran juga mengatakan sekutu regional Washington akan dipandang sebagai pihak dalam konflik, seraya mengklaim memiliki informasi tentang rencana serangan tanpa menjelaskan rinciannya.


Hormuz dan Bab el-Mandeb Tekan Energi Global


Konfrontasi itu terus menekan jalur energi. Reuters melaporkan sebagian besar pelayaran di Selat Hormuz terhambat sehingga ekspor energi negara-negara Teluk hampir terputus dari pasar dunia. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran menguasai posisi di sekitar Selat Bab el-Mandeb setelah serangkaian serangan ke Saudi, menambah risiko pada rute laut antara Laut Merah dan Asia.


Ekonomi Iran Tertekan, GDP Turun di Atas 10 Persen


Times of India, mengutip statistik resmi yang disampaikan AFP, melaporkan produk domestik bruto Iran telah turun lebih dari 10 persen sejak perang dimulai. Al Jazeera juga melaporkan harga minyak menembus 100 dolar AS per barel dalam beberapa pekan terakhir, ketika penutupan efektif Hormuz dan gangguan rute Laut Merah memperbesar kekhawatiran pasokan global.


Di tengah tekanan itu, Tehran masih mengirimkan syarat untuk memulai kembali pembicaraan melalui mediator Qatar, sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Hormuz tidak akan dibuka sebelum komitmen Amerika dipenuhi. Perjalanan Araghchi ke forum PBB menjadi ujian bagi jalur diplomasi, tetapi hingga kini ancaman militer, kerusakan ekonomi, dan ketidakpastian pelayaran masih lebih menonjol daripada tanda kesepakatan.


Sumber: Reuters/bdnews24 — https://bdnews24.com/world/lheq5gja8u ; Times of India; Al Jazeera

Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.