Jakarta — Militer Amerika Serikat nyaris menaiki (boarding) sebuah kapal China di Timur Tengah lebih awal tahun ini berdasarkan laporan intelijen yang cacat dan disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Hal itu dilaporkan CNN pada Jumat dan dikutip The Japan Times (19/9/2026) serta Ars Technica (18/9/2026).
Menurut CNN yang mengutip empat sumber anonim yang akrab dengan episode tersebut, intelijen AS mengindikasikan kapal itu mengangkut komponen terkait program senjata nuklir. Pasukan AS kemudian bersiap mencegat dan menaiki kapal itu dengan dukungan udara.
Operasi dibatalkan setelah pejabat menemukan bahwa chatbot AI yang dipakai seorang analis salah mengidentifikasi muatan kapal. CNN menyebut laporan intelijen itu “entirely false” (sepenuhnya salah), dan satu sumber mengatakan kejadian itu “almost started a war” — hampir memicu perang. CNN tidak merinci apa yang sebenarnya dibawa kapal atau ke mana tujuannya.
Ars Technica menambahkan bahwa analis yang bersangkutan berasal dari U.S. Special Operations Command. Chatbot itu dipakai untuk menganalisis laporan intelijen terkait manifes kapal, lalu “menggabungkan” intelijen sumber terbuka dengan sinyal intelijen rahasia dalam sistem pemerintah sebelum hasilnya dikemas menjadi laporan resmi.
The Japan Times mencatat U.S. Central Command (CENTCOM) — komando yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah — belum segera memberi komentar atas laporan tersebut. Episode ini menjadi contoh nyata risiko halusinasi AI dalam analisis intelijen militer, di tengah akselerasi penggunaan AI di lingkungan Departemen Pertahanan AS yang juga disorot Ars Technica.
Sumber: CNN via Ars Technica https://arstechnica.com/ai/2026/09/report-us-almost-boarded-chinese-ship-over-hallucinated-ai-arms-report/ ; The Japan Times — https://www.japantimes.co.jp/news/2026/09/19/asia-pacific/ai-intelligence-us-china-ship/
Comments
0