JakartaIran telah menyampaikan syarat-syarat untuk mengakhiri perang kepada Amerika Serikat (AS) dan menunggu respons Presiden Donald Trump, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohsen Rezaei dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, sebagaimana dilaporkan Times of India dan TASS (20/9/2026).

Rezaei mengatakan Qatar telah meneruskan kondisi Tehran ke Washington. “Kami berhubungan dengan perantara Qatar yang menyampaikan syarat kami ke Washington untuk mengakhiri perang, dan kami menunggu respons Presiden Trump,” ujarnya, menurut TASS. Kepada Al Jazeera ia merinci tiga syarat: “Syarat kami adalah penghentian perang di semua front, pembebasan dana kami yang dibekukan, dan diakhirinya blokade laut.”

Ia menegaskan penerimaan syarat itu menguntungkan Washington. “Ancaman Trump tidak akan menghasilkan apa pun. Kami siap untuk perang yang menentukan,” kata Rezaei, menurut Times of India. Di unggahan terpisah di X, ia menyebut Iran telah mengumumkan tujuh syarat untuk memulai perundingan, dan Washington harus menerima “hak serta syarat” Iran jika ingin “keluar dari rawa” konflik. Rezaei juga mengatakan Iran bersiap menghadapi kemungkinan serangan AS lagi yang menurutnya “sangat mungkin terjadi”, dengan fokus perencanaan militer pada aset angkatan laut AS di Teluk, Teluk Oman, dan Laut Arab.

Di sisi diplomasi, Rezaei menyatakan Tehran tetap berupaya mengakhiri konflik “sesegera mungkin”. Qatar dan Pakistan terlibat dalam upaya memulai ulang perundingan setelah memorandum of understanding sebelumnya kedaluwarsa. Soal nuklir, ia mengatakan Iran belum memutuskan keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT); keputusan itu bergantung pada perilaku Washington, dan Iran masih mematuhi fatwa mendiang Ali Khamenei yang melarang pengembangan senjata nuklir, menurut TASS. Ia memperingatkan sanksi tambahan atau rujukan berkas nuklir ke Dewan Keamanan PBB “bisa mendorong Tehran menarik diri”.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Trump menolak respons Iran terhadap usulan damai AS dengan menulis di Truth Social: “Saya baru saja membaca respons dari ‘Perwakilan’ Iran yang disebut-sebut itu. Saya tidak menyukainya — TOTALLY UNACCEPTABLE!” menurut Al Jazeera. Respons Iran saat itu dikirim lewat mediator Pakistan dan menuntut, antara lain, penghentian perang di semua front serta pengakhiran blokade laut. Kini, menurut Times of India yang mengutip Axios, Trump menghadapi “keputusan besar” apakah akan melanjutkan aksi militer besar terhadap Iran: “Apakah saya ingin masuk dan menghancurkan mereka [rezim Iran] atau tidak?”

Sumber: Times of India — https://timesofindia.indiatimes.com/world/middle-east/iran-gives-us-3-conditions-to-restart-talks-says-trumps-threats-will-not-achieve-results/articleshow/134360212.cms ; TASS — https://tass.com/world/2190101 ; Al Jazeera (kutipan Trump Mei 2026) — https://www.aljazeera.com/news/2026/5/11/unacceptable-whats-irans-peace-proposal-that-trump-has-rejected

#Iran #AS #Trump #Rezaei #Qatar #sanksi
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.