Robot berwujud manusia datang lebih cepat dari perkiraan. Goldman Sachs kini memperkirakan sekitar 890.000 unit robot humanoid baru akan dikirim dan terjual di seluruh dunia setiap tahun pada 2030, melonjak dari proyeksi lamanya yang hanya 256.000 unit. Angka itu adalah volume penjualan tahunan, bukan jumlah total robot yang ada, dan hampir 12 kali lipat dari sekitar 75.000 unit pada 2026. Survei Goldman juga menunjukkan sekitar 40 persen responden korporat memperkirakan robot serbaguna akan mengotomatisasi minimal 10 persen alur kerja mereka dalam tiga sampai lima tahun. Proyeksi ini tercantum dalam laporan Physical AI yang dirilis akhir Agustus 2026, seperti dilaporkan 24/7 Wall St pada 14 September 2026.
Angka-angka itu merupakan revisi besar. Untuk 2030, perkiraan baru lebih dari tiga kali lipat proyeksi sebelumnya. Untuk 2026, Goldman menaikkan perkiraan dari 51.000 menjadi sekitar 75.000 unit. Pada 2035, pengiriman tahunan diproyeksikan menembus sekitar 6,5 juta unit per tahun, hampir lima kali lipat dari perkiraan lama sebesar 1,4 juta unit.
Proyeksi Jangka Pendek dan Siapa yang Memimpin
Lonjakan proyeksi unit ikut mengerek nilai pasar. Goldman memperkirakan pasar robot humanoid bisa bernilai sekitar USD 138 miliar pada 2035, naik tajam dari estimasi sebelumnya sebesar USD 38 miliar. Menurut 24/7 Wall St, revisi ini mencerminkan kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih cepat, biaya perangkat keras yang terus turun, dan derasnya investasi di otomatisasi fisik.
Di balik tubuh logam itu ada otak silikon. Goldman memperkirakan setiap robot humanoid mengandung chip senilai USD 3.000 hingga 6.000, mulai dari chip komputasi hingga penyimpanan data. Artinya, perlombaan robot humanoid juga membuka babak baru perlombaan semikonduktor, industri yang selama ini melaju berkat ledakan AI.
Soal siapa yang memimpin, Morgan Stanley menilai China saat ini unggul dalam pengembangan robot humanoid berkat dukungan kuat pemerintahnya. Keunggulan itu juga tercermin dalam proyeksi jangka panjang bank tersebut, yang dibahas di bagian akhir tulisan ini.
Dampak bagi Pekerja dan Pandangan Jangka Panjang
Pertanyaan yang paling mengusik tentu soal nasib pekerjaan manusia. Survei korporat Goldman Sachs menemukan sekitar 40 persen responden memperkirakan robot serbaguna akan mengotomatiskan setidaknya 10 persen alur kerja dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Survei itu tidak menyebut berapa banyak pekerjaan yang akan hilang, tetapi memberi sinyal bahwa perusahaan mulai serius menimbang tugas mana yang bisa dialihkan dari manusia ke mesin.
Meski begitu, perubahan besar kemungkinan tidak terjadi dalam semalam. Adam Jonas, Head of Global Autos and Shared Mobility Research di Morgan Stanley, menyatakan, "Adoption should be relatively slow until the mid-2030s, accelerating in the late 2030s and 2040s." Dengan kata lain, adopsi robot humanoid diperkirakan berjalan lambat hingga pertengahan 2030-an, lalu melaju kencang pada akhir 2030-an dan sepanjang 2040-an. Jeda waktu itu bisa menjadi kesempatan bagi pekerja, perusahaan, dan pemerintah untuk bersiap.
Dalam pandangan jangka panjang, Morgan Stanley memproyeksikan lebih dari 1 miliar robot humanoid beroperasi di seluruh dunia pada 2050, dengan nilai pasar sekitar USD 5 triliun. Jumlah itu lebih dari tiga kali penduduk Indonesia yang sekitar 280 juta jiwa. Sekitar 90 persen, atau kira-kira 930 juta unit, diperkirakan dipakai untuk keperluan industri dan komersial. China diproyeksikan memiliki sekitar 302,3 juta unit, jauh di atas Amerika Serikat dengan sekitar 77,7 juta unit. Bank itu juga memperkirakan sekitar 10 persen rumah tangga di AS, atau 15 juta unit, akan memiliki robot humanoid. RBC Capital Markets bahkan menaksir pasarnya bisa mencapai USD 9 triliun pada 2050.
Semua angka itu tetaplah proyeksi, bukan kepastian, dan bisa berubah seiring perkembangan teknologi, regulasi, serta penerimaan masyarakat. Namun ketika bank-bank investasi besar dunia serentak menaikkan taruhannya, satu hal menjadi jelas: robot humanoid sedang bergerak dari panggung pameran menuju lantai pabrik, gudang, dan mungkin kelak ruang keluarga kita.
Comments
0