Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani paket sanksi luas terhadap Rusia terkait perang di Ukraina pada Jumat (19/9/2026), beberapa hari setelah Kongres mengirimkan RUU itu ke Gedung Putih dengan dukungan bipartisan yang jarang terjadi.
Menurut laporan Al Jazeera yang mengutip AFP dan Reuters, undang-undang itu bernama Lindsey O Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026. Nama itu menghormati senator Republik yang meninggal mendadak pada Juli setelah lebih dari setahun menegosiasikan RUU bersama Senator Demokrat Richard Blumenthal.
Target: Putin, bank, energi, dan “shadow fleet”
UU tersebut menjatuhkan sanksi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, pejabat senior, oligarki, serta bank dan lembaga keuangan Rusia. Sasaran lain mencakup sektor energi dan pertahanan Moskow, termasuk armada tanker “shadow fleet” yang dipakai untuk mengirim minyak Rusia melewati sanksi Barat.
Ketentuan kunci memberi Trump wewenang mengenakan tarif hingga 100 persen kepada lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia. Langkah itu diperkirakan paling keras mengenai China dan India, dua importir utama minyak mentah Rusia. UU yang sama juga memperpanjang sanksi terhadap sektor energi dan senjata Iran.
Dukungan bipartisan dan kritik internal
RUU itu lolos di Senat bulan lalu dan di Dewan Perwakilan Rabu lalu; 58 anggota Demokrat lintas partai mendukungnya. Ini menjadi RUU besar terkait Ukraina pertama yang lolos Kongres dalam lebih dari dua tahun.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang sebelumnya melobi anggota parlemen, menyebut undang-undang itu “alat yang sangat kuat”. Ketua Dewan Mike Johnson menilai RUU memberi “tekanan maksimum” pada mesin perang Rusia, sementara Blumenthal berharap Moskow terdorong ke meja perundingan.
Tidak semua Demokrat mendukung. Pemimpin Minoritas Dewan Hakeem Jeffries menentang RUU itu karena khawatir wewenang tarif akan menaikkan biaya bagi keluarga Amerika dan menilai ketentuan sanksi penuh “celah”.
India dan pertemuan Trump–Xi
India, salah satu negara yang paling terpapar ancaman tarif baru, menegaskan tetap berkomitmen menjamin keamanan energi bagi 1,4 miliar penduduknya. Keputusan Trump datang sekitar seminggu sebelum ia dijadwalkan menerima Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih.
Sumber: Al Jazeera — https://www.aljazeera.com/news/2026/9/19/trump-signs-sweeping-russia-sanctions-over-ukraine-war
Comments
1