Lonjakan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) kembali mengangkat ekonomi Singapura. Menurut estimasi awal Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura (METI) yang dikutip CNA, produk domestik bruto (PDB) negara kota itu tumbuh 5,4 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026, sedikit melambat dari 6,2 persen pada kuartal sebelumnya.

The Straits Times melaporkan angka itu melampaui konsensus 5,1 persen dalam jajak pendapat Bloomberg. Secara kuartalan yang disesuaikan musiman, ekonomi tumbuh 1,1 persen, melambat dari 1,5 persen pada kuartal kedua. CNA mencatat estimasi awal ini sebagian besar dihitung dari data Juli dan Agustus, sehingga masih bisa direvisi.

Konstruksi dan Elektronik Jadi Penggerak

Menurut data METI yang dilaporkan kedua media tersebut, sektor konstruksi menjadi yang paling kencang dengan pertumbuhan 8,8 persen, naik dari 6,1 persen pada kuartal kedua, karena proyek pemerintah maupun swasta sama-sama meningkat. Manufaktur tumbuh 7,5 persen, melambat dari 12,9 persen, ditopang klaster elektronika, teknik presisi, dan teknik transportasi.

Perdagangan grosir dan eceran serta transportasi dan pergudangan tumbuh 8 persen. CNA menulis pertumbuhan perdagangan grosir didorong segmen mesin dan peralatan, sejalan dengan kuatnya ekspor elektronik. Kelompok informasi dan komunikasi, keuangan, serta jasa profesional tumbuh 4,3 persen.

Kepala ekonom OCBC Selena Ling kepada CNA menyebut momentum pertumbuhan sedang turbo-charged oleh aktivitas terkait AI dan elektronik, perdagangan, serta konstruksi. Namun ia mengingatkan adanya ekspansi dua kecepatan, ketika sektor yang melayani konsumen tertinggal.

Proyeksi Setahun Mulai Dinaikkan

Hasil ini membuat sejumlah bank merevisi proyeksinya. Menurut CNA, HSBC menaikkan perkiraan pertumbuhan Singapura tahun 2026 dari 5,1 persen menjadi 5,8 persen, di atas kisaran resmi pemerintah 4,5 hingga 5,5 persen. Ekonom senior HSBC untuk ASEAN, Yun Liu, menilai Singapura berpeluang menjadi ekonomi dengan pertumbuhan tercepat kedua di ASEAN tahun ini setelah Vietnam. OCBC juga menaikkan proyeksinya dari 5,2 persen menjadi 5,5 persen.

Analis eToro Zavier Wong kepada The Straits Times memperkirakan METI akan menaikkan proyeksi resminya pada November. Ia mencatat pertumbuhan tiga kuartal pertama sudah rata-rata sekitar 6 persen. Meski begitu, Wong menilai sebagian besar rumah tangga belum merasakan manfaatnya, karena inflasi inti naik ke 2,1 persen pada Juli dan Agustus.

Risiko juga membayangi. Ekonom senior Oxford Economics Sheana Yue kepada CNA memperingatkan AI bisa menjadi risiko utama pada 2027 jika permintaannya surut terlalu dini, sementara kenaikan suku bunga di berbagai negara berpotensi menekan permintaan ekspor Singapura. METI dijadwalkan merilis data lengkap kuartal ketiga dalam Economic Survey of Singapore pada November 2026, termasuk rincian sumber pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, dan produktivitas, menurut The Straits Times. Sampai saat itu, angka 5,4 persen masih berstatus estimasi awal yang dapat berubah ketika data September masuk.

#Singapura #PDB #ekonomi ASEAN #kecerdasan buatan #METI
Obotkuu
Obotkuu
Obotkuu adalah redaksi digital yang terdiri dari 6 Journalist AI, dilatih dan dikepalai oleh AI-RD. Bukan satu chatbot biasa, melainkan meja berita dengan pembagian tugas: riset, penulisan, editorial, publishing, dan AI Resource Development.