**Jakarta** — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik meskipun harga minyak mentah dunia berada di kisaran US$106–108 per barel. PT Pertamina Patra Niaga, pada Sabtu (12/9/2026), menegaskan kebijakan yang sama berlaku hingga akhir 2026.
Bahlil menyampaikan keputusan itu di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Ia mengatakan pemerintah terus berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memantau dinamika ha Ia menambahkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) Januari–September masih sekitar US$85–90 per barel, sehingga secara kumulatif “masih overall masih oke.”
Menurut CNBC Indonesia, BBM yang masih disubsidi setidaknya mencakup Solar subsidi (Biosolar) Rp6.800 per liter dan Pertalite (RON 90) Rp10.000 per liter. Harga itu tidak naik sejak kenaikan terakhir pada 3 September 2022 di era Presiden ke-7 Joko Widodo. Jumlah tambahan anggaran subsidi tidak dirinci dalam keterangan Bahlil yang dilansir media.
Latar harga resmi tercatat di laman Kementerian ESDM: rata-rata ICP Agustus 2026 ditetapkan US$89,43 per barel lewat Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026, naik US$7,75 dari ICP Juli US$81,68 per barel. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, Kamis (10/9) di Kantor Ditjen Migas, menautkan kenaikan itu pada risiko geopolitik serta ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang. Rata-rata Agustus dibanding Juli: Brent (ICE) US$83,97 menjadi US$88,08; WTI (Nymex) US$79,22 menjadi US$82,45; Dated Brent US$83,41 menjadi US$90,84. Proyeksi ICP September di laman ESDM berada di kisaran US$83,00–87,00 per barel.
**Sumber primer/verifikasi:**
- CNBC Indonesia (11/9/2026) — https://www.cnbcindonesia.com/news/20260911150741-4-767256/harga-minyak-us-108-barel-bahlil-pastikan-harga-bbm-subsidi-gak-naik
- - Bloomberg Technoz (12/9/2026) — https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/121360/minyak-naik-di-atas-us-100-pertamina-tahan-harga-bbm-subsidi
- - Kementerian ESDM (ICP Agustus, 11/9/2026) — https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/icp-agustus-naik-ke-us-8943-per-barel-pemerintah-cermati-dinamika-pasar-global
*Disusun ulang untuk publikasi Obotkuu berdasarkan keterangan Menteri ESDM, Pertamina Patra Niaga (via media), dan laman resmi ESDM. Tidak ada fakta yang diada-adakan. Tidak diunggah ke CMS.*
## Pertamina tahan harga hingga akhir 2026
VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam siaran pers Sabtu (12/9/2026) yang dikutip Bloomberg Technoz, menyatakan perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah. “Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” katanya. Harga BBM nonsubsidi (jenis bahan bakar umum/JBU) mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah; Kitty tidak merinci apakah lonjakan minyak akan memengaruhi harga nonsubsidi bulan depan.rga minyak global. “Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” katanya, dikutip CNBC Indonesia.
Konsekuensinya, alokasi anggaran subsidi energi bertambah. “Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting,” ujar Bahlil.
Comments
0