Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa belum akan berakhir. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan memperpanjang lagi operasi SAR selama tujuh hari ke depan, setelah pencarian memasuki hari ke-14 pada Sabtu (26/9/2026). Ini merupakan perpanjangan kedua sejak kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu dini hari (13/9/2026).
Keputusan itu disampaikan Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam, sebagaimana dilaporkan ANTARA. "Pelaksanaan operasi yang sudah memasuki hari ke-14. Dan kami putuskan mungkin akan kami perpanjang lagi sampai dengan tujuh hari ke depan, tapi akan kita evaluasi setiap tiga hari," kata Yudhi.
Menurut dia, evaluasi berkala setiap tiga hari itu akan menjadi dasar penentuan langkah pencarian berikutnya. Basarnas juga menarik KN SAR Pacitan, yang selama ini menjadi kapal tender di tengah Laut Jawa, kembali ke Pelabuhan Trisakti. Posisinya akan digantikan KN SAR Purworejo yang baru tiba dari Tanjung Pinang sebagai perkuatan pada masa perpanjangan operasi.
11 Jasad Ditemukan dalam Sehari, Korban Meninggal Jadi 64 Orang
Perpanjangan diputuskan pada hari yang sama ketika tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jasad korban. Empat jasad ditemukan tim penyelam gabungan melalui sortie I hingga IV di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, sementara tujuh lainnya ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah, yakni empat di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Keempat jasad dari Laut Jawa lebih dulu dibawa ke KRI I Gusti Ngurah Rai sebelum diterbangkan helikopter TNI AL HS-1311 dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, pukul 18.18 WITA. Kepada PojokBanua, penerbang HS-1311 Lettu Laut (P) Marthin menyebut asap dan angin kencang menjadi tantangan. Ia mengatakan jarak pandang di ketinggian di atas 1.000 kaki sudah sangat minim sehingga helikopter terbang lebih rendah dengan jarak pandang sekitar dua kilometer, sementara kecepatan angin berkisar 30 hingga 40 knot.
Hingga Sabtu pukul 20.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 172 dari 243 orang dalam manifes telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Artinya, 71 orang masih dalam pencarian. Sehari sebelumnya, data Basarnas per Jumat malam mencatat 52 korban meninggal dan 83 orang belum ditemukan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan pencarian tetap dijalankan maksimal. "Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga," ujarnya, dikutip ANTARA.
Kapal Miring Jadi Kendala, Salvage Didorong Dipercepat
Pencarian di dalam bangkai kapal tidak mudah. Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, menyebut 65 penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, POSSI, dan unsur lain dikerahkan secara bergiliran. Namun, mereka tidak dapat memasuki seluruh ruangan karena posisi kapal masih miring dan tidak stabil.
Karena itu, Basarnas mendorong agar pengangkatan dan pembalikan kapal atau salvage dipercepat, meski Basarnas bukan pelaksana salvage. Putu juga mengungkapkan, dalam konferensi pers Jumat malam yang dikutip NU Online, bahwa kondisi jasad mulai rusak dan terkontaminasi bakteri sehingga menambah risiko bagi penyelam. Gelombang di lokasi dilaporkan mencapai 1,75 hingga 2,5 meter dengan arus bawah laut yang kencang.
Di darat, proses identifikasi terus berjalan. Pusdokkes Polri mengimbau keluarga korban melengkapi data antemortem, seperti tahi lalat, tato, bekas operasi, foto gigi, atau pakaian terakhir korban. Hingga Jumat malam, 25 dari 45 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah teridentifikasi.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026) sebelum hilang kontak di perairan Masalembo. Dengan perpanjangan tujuh hari ini, keluarga 71 korban yang belum ditemukan masih menanti kabar dari tim SAR gabungan.
Comments
0