Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menargetkan susunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031 rampung pada akhir September 2026. Target tersebut disampaikan Gus Kikin di Jombang, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).
"Itu standarnya, setelah Muktamar 30 hari baru tersusun. Doakanlah cepat selesai," ujarnya, merujuk pada tradisi organisasi yang biasanya membutuhkan waktu sekitar sebulan pasca-Muktamar untuk menuntaskan kepengurusan.
Gus Kikin resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PBNU pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). Sejak itu, Tim Formatur yang beranggotakan sembilan orang bekerja menyusun nama-nama pengurus untuk periode lima tahun ke depan.
Menurutnya, kepengurusan yang lengkap penting agar roda organisasi bisa kembali berjalan optimal, termasuk menjalankan program-program dan pelayanan kepada umat yang sempat tertunda selama masa transisi kepemimpinan.
Selain soal kepengurusan, Gus Kikin turut mendorong penguatan Qanun Asasi — dokumen dasar berdirinya NU pada 1926 yang ditulis pendiri NU, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari — sebagai salah satu pijakan penting kepengurusan baru ke depan.
Hingga kini, publik dan warga Nahdliyin di berbagai daerah masih menantikan susunan lengkap kepengurusan PBNU 2026-2031, yang menurut target Gus Kikin akan diumumkan sebelum akhir bulan ini.
Comments
0