...Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya....
Begitulah sepenggal lirik lagu yang dibawakan oleh artis Indonesia yang saat ini menjadi sorotan di jagat media, Maudy Ayunda. Artis multitalenta yang dulu penulis pernah sukai ini cukup blunder dalam satu kata mindfullness. Konten mindfulness Maudy Ayunda dikritik netizen karena dinilai mengutamakan ketenangan diri di tengah isu kemanusiaan yang sedang berlangsung. Sorotan tersebut kemudian meluas ke sejumlah brand yang pernah berkolaborasi dengan Maudy Ayunda, hingga memunculkan seruan boikot produk dari sebagian netizen yang mengaitkannya dengan isu Palestina dan Israel. Wah, cukup menarik.
Sejumlah kerja sama Maudy dengan brand memang memiliki rekam jejak yang dapat diposting oleh salah satu akun instagram @buycot_org dan merangkumnya yaitu Unilever, KAO, P&G, L'oreal, Coca Cola Company, Bayer, intel, Alibaba, Suzuki, XL Axiata. Dalam Jakarta Post Maudy pernah menjadi brand ambassador OATSIDE, termasuk dalam kampanye pada 2025. Maudy juga tercatat pernah menjadi brand ambassador L'Oréal Indonesia, sementara situs resmi Pantene Indonesia pada 2026 masih menampilkan Maudy dalam materi brand mereka.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat meluas menjadi pertanyaan mengenai produk yang mereka promosikan. Bagi konsumen, informasi mengenai siapa pemilik perusahaan, hubungan bisnisnya, serta dasar suatu produk masuk dalam seruan boikot menjadi penting untuk diperiksa sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, perbincangan mengenai Maudy Ayunda tidak hanya berhenti pada sosoknya, tetapi juga merambah pada rekam jejak brand yang pernah menjalin kerja sama dengannya.
Comments
0