Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump. Dia mengeklaim bahwa jalur perairan strategis tersebut kini tak lagi dikontrol Iran, melainkan oleh AS.
"Sekarang kita memilikinya di bawah kendali AS. Haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump? Seperti Amerika sendiri, itu akan 'lebih panas' dari sebelumnya," tulis Trump lewat akun Social Truth pribadinya pada Rabu 2 September 2026.
Itu bukan kali pertama Trump ingin mengubah nama sebuah titik geografis. Sekitar sepekan lalu, dia memerintahkan pengubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Perintah tersebut muncul saat AS dan Kanada tengah terlibat perag dagang.
Tak lama setelah dilantik sebagai presiden pada Januari 2025 lalu, Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Baik Kanada maupun Meksiko sama-sama belum menerima perubahan tersebut.
Terkait Selat Hormuz, saat ini Trump masih berusaha merebut kendali jalur perairan strategis tersebut dari Iran. Saat ini kedua negara masih terlibat konfrontasi. Meski sempat menyepakati gencatan senjata, Trump mengatakan tidak akan memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan.
Reporter: Kamran Dikarma
Produser: Eko Supriyadi
Kreator: Pangeran Arga
Comments
0