Kepergian mendadak Cristiano Ronaldo dari kamp tim nasional ternyata tidak mengguncang Portugal. Hanya sehari setelah sang kapten angkat kaki, Portugal menang 4-2 atas tuan rumah Denmark di Stadion Parken, Kopenhagen, dalam laga UEFA Nations League pada Kamis (1/10/2026). Menurut beIN SPORTS, kemenangan itu membuat juara bertahan tersebut menyapu bersih tiga laga awal di Grup A4.
Gol Portugal dicetak Joao Cancelo, Goncalo Ramos, Vitinha, dan Joao Felix, sementara Denmark membalas lewat Mikkel Damsgaard dan Rasmus Hojlund. Ramos, yang menggantikan posisi Ronaldo di lini depan, terlibat dalam dua gol pertama. Nomor punggung 7 yang biasa dipakai Ronaldo dikenakan Rafael Leao. Setelah menyamakan skor menjadi 2-2, Hojlund bahkan menirukan selebrasi khas "siuuu" milik Ronaldo, tulis beIN SPORTS.
Portugal tetap mendominasi. Menurut beIN SPORTS, tim asuhan Jorge Jesus melepaskan 19 tembakan dengan nilai expected goals (xG) 2,74, jauh di atas Denmark yang mencatat 12 tembakan dan xG 0,67. Gol penentu dari Vitinha juga menjadi gol senior pertamanya untuk Portugal pada penampilan ke-46.
Berawal dari Bangku Cadangan di Oslo
Krisis ini bermula pada laga melawan Norwegia, Minggu (27/9), yang dimenangi Portugal 2-1. Menurut The Guardian, Jesus dan Ronaldo sempat bersepakat secara lisan bahwa pemain berusia 41 tahun itu tidak akan menjadi starter, tetapi akan dimasukkan di babak kedua. Rencana berubah, dan Ronaldo hanya menjadi cadangan yang tak dimainkan meski sudah melakukan pemanasan. Ronaldo dikabarkan menganggap kejadian itu sebagai penghinaan.
Dalam jumpa pers Rabu (30/9), Jesus menegaskan kendalinya penuh atas tim. "Saya bisa menjanjikan apa pun yang saya mau. Saya pelatihnya," kata Jesus, seperti dikutip Sky Sports. Ia juga menyatakan Goncalo Ramos akan kembali menjadi starter. Tak lama kemudian, Ronaldo mengumumkan lewat Instagram bahwa ia meninggalkan kamp setelah jumpa pers tersebut dan setelah berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).
"Pada waktunya, saya akan menyampaikan kepada rakyat Portugal kebenaran tentang alasan kepergian saya dari tim nasional, yang selalu saya bela dengan sepenuh hati," tulis Ronaldo, seperti dikutip Sky Sports. Ia juga mendoakan keberuntungan bagi Portugal dan seluruh rekan setimnya.
Jesus Tegaskan Skuad Tak Terpecah
Seusai laga di Kopenhagen, Jesus memilih fokus pada kemenangan. "Hal-hal yang terjadi tidak memecah belah tim. Itu tidak memecah kami, dan tidak akan memecah kami," ujarnya, seperti dilaporkan Goal.com dengan mengutip harian Portugal A Bola. Soal nasib Ronaldo, Jesus hanya berkata bahwa semuanya akan dilihat setelah laga berikutnya.
The Guardian melaporkan, drama ini membelah publik Portugal. Penggemar Ronaldo membelanya mati-matian di media sosial, sementara sebagian besar media dan komentator menilai sang bintang bersikap egois. Ronaldo juga terancam sanksi skorsing FPF antara satu hingga enam bulan serta denda karena dianggap melanggar kode disiplin, menurut surat kabar tersebut.
Masa depan Ronaldo bersama timnas kini dipertanyakan. Sepanjang 23 tahun membela Portugal, ia telah mencetak 146 gol dalam 234 penampilan, rekor tertinggi dalam sejarah sepak bola internasional putra. Menurut Sky Sports, Ronaldo yang kini bermain untuk Al Nassr juga tengah mengejar 1.000 gol sepanjang karier, dengan torehan saat ini 979 gol.
Comments
0