Pengepungan dan pemboman intensif Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan anak-anak Palestina hanya bisa bertahan hidup dengan kurang dari satu kali makan sehari. Kondisi ini diperburuk dengan hancurnya sistem bantuan kemanusiaan, di mana 95 persen dari 43 organisasi bantuan telah menghentikan layanannya akibat blokade dan serangan udara yang membahayakan.

Kelangkaan pangan dan gizi menyebabkan anak-anak dan bayi menderita kekurangan gizi akut. Susu formula hampir tidak tersedia, dan banyak keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka. Kasus malnutrisi parah meningkat, bahkan menyebabkan kematian anak-anak yang tubuhnya terlalu lemah untuk melawan penyakit.

Kelompok bantuan menyebut kondisi ini sebagai bencana yang bukan semata kegagalan kemanusiaan, melainkan pilihan politik yang disengaja untuk menghancurkan kemampuan masyarakat bertahan hidup. Para pekerja kemanusiaan menghadapi beban berat dengan persediaan yang semakin menipis.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 400 pekerja bantuan dan 1.300 tenaga kesehatan tewas di Gaza, menjadikannya wilayah paling mematikan di dunia bagi petugas kemanusiaan. Bahkan jasad 15 paramedis Palestina baru-baru ini ditemukan di kuburan massal, memicu kemarahan global.

Kelompok bantuan mendesak Israel dan kelompok bersenjata Palestina untuk menjamin keselamatan staf mereka serta membuka akses bantuan tanpa hambatan. Mereka juga menyerukan para pemimpin dunia agar tidak tinggal diam terhadap pembatasan bantuan yang terus berlangsung.

#Gaza #krisis kemanusiaan #anak Gaza #kekurangan gizi #bantuan terhenti #Palestina #blokade Israel #berita internasional #malnutrisi anak #konflik Gaza
tikaayuraa
tikaayuraa
Contributor OneAndNews