Washington, 18 Maret 2025 – Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dikonfirmasi telah dikonsultasikan oleh Israel sebelum melancarkan serangan udara besar-besaran ke Gaza. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 429 warga Palestina tewas dan ratusan luka-luka lainnya.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam wawancara dengan Fox News mengungkapkan bahwa "administrasi Trump dan Gedung Putih telah dikonsultasikan oleh Israel mengenai serangan mereka ke Gaza malam ini."

Palang Merah Palestina melaporkan bahwa ini merupakan serangan udara paling mematikan sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang disepakati pada 19 Januari 2025. Namun, seorang pejabat senior Hamas menyatakan bahwa Israel telah secara sepihak menolak kesepakatan tersebut.

Presiden Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa kelompok seperti Hamas, Houthi, dan Iran, yang menurutnya mengancam Israel dan AS, akan menghadapi konsekuensi yang berat. “Semua neraka akan pecah,” ujar Trump dalam pernyataan publiknya.

Sementara itu, kecaman internasional terhadap serangan semakin meningkat, dengan negara-negara Arab mendesak Washington agar menekan Israel untuk menghentikan agresi. Namun, hingga saat ini, AS terus menunjukkan dukungan terhadap tindakan Israel di Gaza.

#Gaza #serangan Israel #Palestina #Trump #Gedung Putih #Hamas #perang Gaza konflik #Timur Tengah #korban sipil #serangan udara #gencatan senjata #agresi militer #genosida #hak asasi manusia #kejahatan perang #dukungan AS #Washington #politik AS #berita internasional #berita terkini #Fox News #Reuters #Palestina
Gymnastiar
Gymnastiar
Journalist Oneandnews